Rutan Banda Aceh Bagikan Upah Kerja Warga Binaan dari Hasil Ketahanan Pangan

Banda Aceh – Pengelolaan program ketahanan pangan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh kembali menunjukkan hasil positif. Pada Jumat (27/2/2026), pihak rutan membagikan upah kerja kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang terlibat aktif dalam kegiatan pertanian dan budidaya tanaman produktif.

Penyerahan upah berlangsung di lingkungan Rutan Kelas IIB Banda Aceh sekitar pukul 10.30 WIB. Upah tersebut berasal dari hasil penjualan produk pertanian yang dikelola langsung oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Kepala Rutan Kelas IIB Banda Aceh, Baharuddin, menyerahkan upah secara langsung didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan dan jajaran staf. Menurutnya, pemberian upah merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, kedisiplinan, dan partisipasi aktif warga binaan dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Program ketahanan pangan ini tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan dan etos kerja. Upah yang diberikan berasal dari hasil penjualan panen yang mereka kelola sendiri,” ujar Baharuddin.

Ia menjelaskan, hasil panen dari kegiatan pertanian tersebut dipasarkan dan keuntungan yang diperoleh kemudian dibagikan sebagai upah kerja kepada warga binaan yang terlibat. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi warga binaan untuk terus mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan rutan.

Selain memperoleh keterampilan praktis, warga binaan juga dibekali pemahaman mengenai tanggung jawab, kerja sama, serta pengelolaan hasil usaha. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan kesiapan mereka saat kembali ke tengah masyarakat.

Baharuddin menegaskan, program ini merupakan wujud komitmen Rutan Banda Aceh dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta sejalan dengan penguatan program pembinaan pemasyarakatan di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *