ACEH TAMIANG – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, menghadiri kegiatan panen padi di Desa Air Masin, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (6/11/2025). Panen tersebut merupakan hasil penerapan pupuk inovatif P2000 Z yang dikembangkan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan Partai Gerindra dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus Pimpinan Komisi V Edy Asaruddin, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Serma (P) Syaiful Bahri, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam sambutannya, Fadhlullah mengapresiasi keberhasilan petani di wilayah tersebut yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi di sektor pertanian.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup baik dan menggembirakan. Dari lahan seluas 50 hektare, kita memperoleh hasil yang memuaskan. Biasanya masa tanam hingga panen mencapai 90 hari, namun dengan program ini dapat dipercepat menjadi hanya 72 hari,” ujar Fadhlullah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa inovasi pertanian dapat menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Percepatan masa panen dinilai mampu memberikan keuntungan lebih besar bagi petani karena dapat meningkatkan frekuensi masa tanam dalam satu tahun.
Wagub Aceh menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama perekonomian daerah yang harus terus diperkuat melalui penerapan teknologi, inovasi, dan kolaborasi berbagai pihak.
Ia juga berharap penggunaan pupuk inovatif P2000 Z dapat diperluas ke berbagai daerah lain di Aceh sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak petani. Dengan produktivitas yang meningkat, kesejahteraan petani diharapkan ikut terdongkrak secara signifikan.
“Pemerintah Aceh akan terus mendukung inovasi dan kolaborasi lintas sektor yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” katanya.
Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional sebagaimana yang menjadi bagian dari agenda pembangunan pemerintah pusat. Keberhasilan panen di Aceh Tamiang diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.











