Sekda Aceh dan Rombongan Terjebak Longsor di Gayo Lues Saat Antar Bantuan Bencana

News, Pemerintah12 Dilihat

GAYO LUES – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA., bersama sejumlah pejabat Pemerintah Aceh dilaporkan terjebak longsor di Gampong Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (3/1/2026). Peristiwa itu terjadi saat rombongan dalam perjalanan mengantarkan bantuan bagi korban banjir dan longsor menuju Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam rombongan tersebut turut serta Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si., Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir. Mawardi, ST., serta sejumlah pejabat lainnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak malam sebelumnya menyebabkan terjadinya beberapa titik longsor di ruas jalan penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara. Rombongan awalnya berhasil melewati satu titik longsor yang telah dibersihkan oleh petugas.

Namun sekitar satu kilometer dari lokasi pertama, rombongan kembali menemukan titik longsor kedua yang masih dalam proses penanganan. Dua unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

Setelah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan, diperkirakan proses pembersihan jalan baru dapat diselesaikan pada Minggu pagi. Atas pertimbangan keselamatan serta efisiensi waktu perjalanan, Sekda Aceh dan rombongan memutuskan untuk kembali ke arah Gayo Lues dan mengalihkan rute menuju Aceh Tamiang melalui jalur Tranggon–Babah Rot, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Namun, dalam perjalanan kembali, rombongan kembali menghadapi kendala. Titik longsor pertama yang sebelumnya telah dilewati kembali tertutup material longsor baru akibat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Akibatnya, akses jalan terputus dan rombongan Sekda Aceh tidak dapat melanjutkan perjalanan. Hingga berita ini diturunkan, M. Nasir dan rombongan masih berada di lokasi sambil menunggu proses pembersihan material longsor dan pembukaan kembali jalur transportasi oleh petugas terkait.

Peristiwa tersebut menunjukkan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah pegunungan Aceh yang kerap mengalami longsor saat curah hujan tinggi, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *