Aliansi Sipil Bersihkan Sekolah dan Drainase di Aceh Tamiang, 201 Siswa Kembali Belajar

Pendidikan8 Dilihat

ACEH TAMIANG – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial ditunjukkan sejumlah organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat melalui aksi pembersihan sekolah serta drainase lingkungan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan yang berlangsung sejak 12 Januari 2026 tersebut difokuskan di SMP Negeri 3 Kejuruan Muda dan lingkungan Desa SP Opak, Kecamatan Manyak Payed. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan dan lingkungan.

Pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Satu Aceh Inisiatif, Farmidia, PT Pembangunan Aceh (PEMA), Universitas Teuku Umar, pihak sekolah, masyarakat setempat, serta Dayah Islamic Center Langsa.

Kepala SMP Negeri 3 Kejuruan Muda, Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi solusi efektif dalam membantu pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak.

“Dengan model kolaborasi ini, semua pihak terlibat dan memiliki tanggung jawab sosial. Pekerjaan yang berat menjadi ringan karena dipikul bersama,” kata Mulyadi, Jumat (16/1/2026).

Sementara itu, perwakilan Satu Aceh Inisiatif yang juga dosen Universitas Teuku Umar, Cut Asmaul Husna, menjelaskan bahwa hasil kegiatan mulai dirasakan oleh pihak sekolah dan masyarakat.

Menurutnya, dua ruang kelas dan satu mushala yang sebelumnya tidak dapat digunakan kini telah kembali difungsikan. Aktivitas belajar mengajar pun mulai berjalan normal meski sejumlah fasilitas masih membutuhkan perbaikan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, dua ruang kelas dan mushala sudah bisa digunakan. Saat ini proses belajar mengajar sudah mulai berjalan dengan melibatkan 201 siswa dan 16 guru, meskipun sarana masih terbatas dan sebagian area sekolah masih berlumpur,” ujarnya didampingi Saiful Amri dari Farmidia.

Selain fokus pada pemulihan fasilitas pendidikan, kegiatan tersebut juga menyasar pembersihan drainase di Desa SP Opak. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah timbulnya masalah kesehatan akibat saluran yang tersumbat.

Kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat setempat diharapkan dapat menjadi contoh sinergi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Melalui semangat kebersamaan, upaya pemulihan sarana pendidikan dan lingkungan dapat berjalan lebih cepat serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *