Ngopi Kebangsaan IKAL – Lemhannas Aceh Dorong Percepatan Rehab – Rekon Pascabencana Untuk Perkuat Ketahanan Nasional

Daerah, News, Peristiwa51 Dilihat

Lampuan l Banda Aceh – Secangkir kopi kembali menjadi pengikat percakapan kebangsaan di Aceh. Dalam suasana santai namun sarat gagasan di Warkop dKupi Aceh 2, Jalan AMD Batoh, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026), Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL- Lemhannas) Aceh kembali menggelar “Ngopi Kebangsaan”.

Kali ini, forum ini mengangkat topik “Akselerasi Rekonstruksi Aceh Pasca Bencana Hidrometeorologi Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional.” Diskusi mempertemukan berbagai unsur strategis, mulai dari Pemerintah Aceh, Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, TNI-Polri, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), BUMN, BUMD, akademisi, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, alumni Lemhannas dari berbagai angkatan, hingga insan media.

Ketua DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., Alumni Lemhannas PPRA Angkatan 46 dan peraih Bintang Seroja, menjelaskan bahwa Ngopi Kebangsaan telah menjadi tradisi sejak 2019. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga wadah untuk membicarakan berbagai persoalan strategis dan melahirkan gagasan konkret bagi Aceh, bangsa, dan negara.

“Insyaallah, kegiatan ini akan kembali kita laksanakan secara rutin. Selain untuk mempererat silaturahmi, forum ini menjadi wadah melahirkan ide dan gagasan konkret yang akan direkomendasikan bagi daerah, bangsa, dan negara,” ujar Syahrizal.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Aceh
Pemerintah Aceh yang diwakili Plt. Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, MT, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memacu langkah strategis dalam menuntaskan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut, kata dia, juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Polri.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, SIK, SH, MH, mengatakan Alumni Lemhannas PPPN Angkatan 25, mengapresiasi inisiatif IKAL-Lemhannas Aceh yang membuka ruang dialog lintas sektor. Menurutnya, percepatan pemulihan membutuhkan kekompakan dan sinergi seluruh komponen.

“Jajaran Polda Aceh siap memperkuat sinergitas demi mempercepat pemulihan fisik maupun sosial masyarakat,” tegasnya. Hal senada disampaikan perwakilan Satgas PRR yang menekankan pentingnya kolaborasi tanpa kompromi dalam proses pemulihan.

Dari unsur TNI, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko, SE, MH, Alumni Lemhannas PPPN Angkatan 25, menyampaikan bahwa TNI terus berkoordinasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung di berbagai wilayah Aceh.
“Untuk saat ini, Aceh merupakan daerah dengan jumlah terbanyak pembangunan jembatan pascabencana. Untuk itu kami terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Dr. Drs. Imran, M.Si., mengingatkan seluruh pihak agar mengesampingkan perbedaan dan menghentikan narasi saling menyalahkan. Menurutnya, pemulihan harus ditempatkan sebagai kepentingan bersama.

Pemulihan pascabencana dan penyelesaian rehab-rekon di Aceh harus dilaksanakan secara sinergis. Fokus kita semata-mata adalah pemulihan masyarakat terdampak,” tegas Imran.
Rehab-Rekon Tidak Sekadar Bangun Infrastruktur, tetapi Pulihkan Kehidupan dan Ketahanan Sosial

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada penghujung November 2025 menjadi salah satu ujian terbesar bagi masyarakat Aceh setelah gempa dan tsunami 2004. Banjir dan tanah longsor menerjang 18 kabupaten/kota dan sekitar 3.460 gampong, merusak infrastruktur, melumpuhkan aktivitas ekonomi, serta menyebabkan banyak korban jiwa. Lebih dari 2,5 juta jiwa terdampak dan 562 orang meninggal dunia.
Menurut IKAL-Lemhannas Aceh, program rehab-rekon yang akan berakhir di tahun 2028, tidak boleh dimaknai sebatas membangun kembali rumah, jalan, dan jembatan.

Lebih jauh, proses tersebut harus mampu memulihkan kehidupan masyarakat, menggerakkan kembali perekonomian, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat ketahanan sosial.
Karena itu, pelaksanaannya harus cepat, tepat sasaran, transparan, dan bebas dari penyimpangan agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim, M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir dan berkontribusi. Ia memastikan Ngopi Kebangsaan akan terus dipertahankan sebagai agenda berkala karena gagasan yang lahir dari forum tersebut diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan sosial di tingkat regional maupun nasional.
Owner dKupi Aceh, Dedi Sumardi, Alumni Lemhannas PPPN Angkatan 26, selaku tuan rumah, juga berharap kegiatan tersebut dapat terus berlangsung secara rutin dan terencana.

Menurutnya, alumni Lemhannas memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolda Aceh, Kasdam Iskandar Muda, Plt. Sekda Aceh, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dan Lanal, Dan Lanud SIM, GM PLN Aceh, GM Angkasa Pura, Dirlantas dan Dirnarkoba Polda Aceh, perwakilan BI dan BSI, VP Area Network Operations Sumatera, pengurus dan alumni IKAL Aceh, unsur pemerintah, tokoh agama, swasta, LSM, serta media.

Bagi IKAL-Lemhannas Aceh, membangun kembali Aceh bukan sekadar memastikan bangunan berdiri kokoh. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat kembali memiliki kehidupan yang layak, persaudaraan yang semakin kuat, serta ketahanan sosial dan nasional yang semakin kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *