Kodim 0108/Agara Mulai Lakukan Penggalian Pondasi Jembatan Gantung di Lawe Sekerah Aceh Tenggara

Daerah, News, TNI/POLRI16 Dilihat

Lampuan l KUTACANE – Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat terus dilakukan jajaran Kodim 0108/Agara bersama warga. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis atau Jembatan Garuda di Desa Lawe Sekerah, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (11/9/2026).

Dalam tahap awal pembangunan, Babinsa Kodim 0108/Agara bersama masyarakat setempat melaksanakan pengukuran titik pondasi dan penggalian lubang pondasi jembatan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian awal pembangunan sebelum memasuki tahapan konstruksi berikutnya.

Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang menjadi kebutuhan bersama.

Serma A. Simon Bagun mengatakan, pengukuran dan penentuan titik pondasi dilakukan terlebih dahulu sebelum proses penggalian. Tahapan tersebut diperlukan untuk memastikan posisi pondasi sesuai dengan perencanaan konstruksi sehingga pekerjaan pada tahap selanjutnya dapat dilaksanakan secara tepat.

“Pekerjaan diawali dengan pengukuran titik pondasi, kemudian dilanjutkan dengan penggalian lubang pondasi sesuai rencana yang telah ditetapkan. Kami bersama masyarakat berupaya melaksanakan setiap tahapan dengan sebaik-baiknya agar pembangunan jembatan ini berjalan lancar,” ujar Serma A. Simon Bagun.

Ia menjelaskan, pondasi merupakan salah satu bagian penting dalam konstruksi jembatan karena berfungsi menopang struktur utama sekaligus menjaga kekuatan dan kestabilan bangunan. Karena itu, proses pengukuran dan penggalian harus dilakukan secara cermat serta memperhatikan ketentuan teknis dan keselamatan kerja.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dan masyarakat dalam pembangunan tersebut juga merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan dan pembinaan teritorial, tetapi juga melalui kegiatan yang mendukung pembangunan serta membantu mengatasi kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.

Antusiasme warga turut terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan. Masyarakat secara sukarela ikut membantu proses pengukuran, penggalian, serta pekerjaan pendukung lainnya di lokasi pembangunan.

Bagi masyarakat Desa Lawe Sekerah, pembangunan Jembatan Garuda menjadi harapan baru untuk memperoleh akses penghubung yang lebih baik. Keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dan memperlancar akses menuju berbagai fasilitas serta pusat kegiatan masyarakat.

Selain mendukung mobilitas, jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial masyarakat. Infrastruktur penghubung yang memadai juga dinilai penting dalam memperkuat konektivitas antara Desa Lawe Sekerah dengan wilayah sekitarnya.

Dimulainya penggalian pondasi menjadi langkah awal dari rangkaian pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Sekerah. Dengan dukungan Babinsa, personel TNI dan masyarakat, setiap tahapan pekerjaan diharapkan dapat berjalan secara terarah, aman dan sesuai dengan rencana pembangunan.

Semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk mendukung percepatan pembangunan hingga selesai. Partisipasi masyarakat tidak hanya membantu kelancaran pekerjaan di lapangan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan bersama.

Melalui sinergi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat terealisasi sesuai target serta memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Lawe Sekerah dan masyarakat di wilayah sekitarnya.

Pembangunan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian dan komitmen TNI dalam mendukung peningkatan infrastruktur di wilayah pedesaan. Dengan tersedianya akses penghubung yang lebih baik, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar dan berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi dapat berkembang secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *