Lampuan l Kutacane – Wujud kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan oleh personel Babinsa Posramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melalui kegiatan gotong royong mengumpulkan material batu sungai untuk mendukung pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Deleng Damar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (3/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama warga bahu-membahu mengumpulkan, mengangkat, dan mengangkut batu dari aliran sungai yang akan dimanfaatkan sebagai material pendukung pembangunan jembatan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama nyata dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk memulihkan akses transportasi yang sebelumnya terputus akibat bencana banjir.
Kehadiran personel Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Semangat kebersamaan tersebut mencerminkan komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, menjelaskan bahwa pembangunan kembali Jembatan Gantung Perintis Desa Deleng Damar merupakan langkah penting untuk memulihkan akses penghubung antarwilayah, baik antardesa maupun antarkecamatan, yang sebelumnya terputus akibat terjangan banjir.
Menurutnya, terputusnya jembatan tersebut telah memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Selain menghambat mobilitas warga, kondisi tersebut juga menyulitkan masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, pembangunan kembali jembatan menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan dengan lancar.
“Kami hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab TNI untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, kami berharap pembangunan jembatan ini dapat berjalan lancar sehingga akses masyarakat yang selama ini terhambat dapat segera pulih dan kembali dimanfaatkan,” ujar Peltu Jumadin Selian.
Ia menambahkan, budaya gotong royong merupakan kekuatan besar dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan. Dengan adanya kerja sama, kepedulian, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, berbagai kendala dalam pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat diatasi secara bersama-sama.
Selain membantu pengumpulan material pembangunan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi dan meningkatkan kedekatan antara TNI dengan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin menjadi cerminan nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Deleng Damar, Rabumin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada personel Posramil Ketambe yang telah turun langsung membantu masyarakat serta memberikan dorongan semangat dalam proses pembangunan kembali jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya personel Posramil Ketambe, yang telah membantu dan memberikan motivasi kepada masyarakat. Jembatan ini sangat penting bagi kehidupan kami sehari-hari. Jika nantinya sudah selesai dibangun, tentu akan sangat membantu warga, terutama dalam membawa hasil pertanian dan perkebunan untuk dijual ke luar desa,” ungkap Rabumin.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan gantung tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena menjadi salah satu akses vital yang menunjang berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan pertanian dan perkebunan, akses pendidikan, hingga hubungan sosial dan ekonomi antarwilayah.
Dengan dilaksanakannya pembangunan kembali Jembatan Gantung Perintis Desa Deleng Damar, masyarakat berharap akses transportasi yang sebelumnya terputus dapat segera pulih sehingga mobilitas warga menjadi lebih mudah, aman, dan lancar. Selain itu, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu membuka kembali akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memperlancar aktivitas perekonomian, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan gotong royong ini, TNI kembali menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah, TNI juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan serta membantu percepatan pemulihan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Semangat kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat Desa Deleng Damar menjadi bukti bahwa gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun desa. Dengan sinergi dan kepedulian bersama, diharapkan pembangunan jembatan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.






