Ketua Pang lima  Milenial  Aceh  Bersilaturahmi Dengan  Komisaris  Independen  Bank Syariah  Indonesia , Bahas Penguatan  UKM Pemuda  Milenial 

Daerah, News, Peristiwa3 Dilihat

Lampuan l JAKARTA, 4 AGUSTUS 2026 — Ketua Umum Panglima Milenial Aceh, Teuku Musliadi (Bucek), melaksanakan silaturahmi dan diskusi bersama Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi pemuda, khususnya melalui pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berbasis potensi generasi milenial.

Dalam diskusi tersebut, Teuku Musliadi menyampaikan pentingnya menghadirkan peluang ekonomi yang nyata bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu tumbuh sebagai pelaku usaha mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Menurutnya, pemuda Aceh memiliki potensi besar dalam sektor perdagangan, pertanian, perikanan, industri kreatif, ekonomi digital, hingga pengembangan produk unggulan daerah. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan pembinaan, akses permodalan, pendampingan usaha, serta penguatan jaringan pemasaran.

“Kami ingin pemuda milenial Aceh memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Kemandirian ekonomi harus dibangun melalui keberanian berwirausaha, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan syariah,” menjadi semangat yang diusung Panglima Milenial Aceh dalam diskusi tersebut.

Panglima Milenial Aceh juga memandang bahwa lembaga keuangan syariah memiliki ruang strategis dalam mendukung pertumbuhan UKM melalui layanan pembiayaan sesuai prinsip syariah, edukasi keuangan, serta pendampingan bagi pelaku usaha produktif.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka peluang komunikasi dan penjajakan kerja sama dalam pengembangan program pemberdayaan ekonomi pemuda, khususnya di Provinsi Aceh.

Teuku Musliadi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Pemuda bukan sekadar generasi penerus, melainkan generasi pencipta peluang. Ketika pemuda mandiri secara ekonomi, maka keluarga kuat, masyarakat sejahtera, dan daerah memiliki masa depan yang lebih baik,” demikian semangat Panglima Milenial Aceh.

PANG LIMA MILENIAL ACEH

Teuku Musliadi (Bucek)
Ketua Umum Panglima Milenial Aceh

Dari silaturahmi menuju kolaborasi, dari gagasan menuju kemandirian ekonomi pemuda Indonesia.