Lampuan l BANDA ACEH – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Latif Usman mengajak siswa Al-Wildan Islamic School 21 Banda Aceh membangun kebiasaan tertib berlalu lintas sejak dini. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran keselamatan di jalan kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan, Senin, 26 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar dan Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Teguh Priyambodo Nugroho, serta didampingi dewan guru Al-Wildan Islamic School 21 Banda Aceh.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), sebagai bagian dari implementasi Program Prioritas Kapolri dan dukungan terhadap Quick Wins Kapolri, khususnya dalam memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.
“Melalui Polidik, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran ini perlu dibangun sejak dini agar mereka terbiasa disiplin, memahami aturan, dan mengutamakan keselamatan saat berada di jalan,” ujar Joko.
Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif dan penuh keakraban tersebut, Wakapolda Aceh mengingatkan para siswa agar selalu berhati-hati saat berada di jalan raya. Ia juga mendorong mereka menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga, termasuk dengan mengingatkan orang tua untuk menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor.
“Jika bepergian dengan ayah atau ibu menggunakan sepeda motor, adik-adik bisa mengingatkan agar selalu memakai helm. Helm bukan sekadar perlengkapan berkendara, tetapi pelindung kepala yang dapat mengurangi risiko cedera apabila terjadi kecelakaan,” pesannya.
Untuk memudahkan pemahaman, materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi kuis berhadiah mengenai arti lampu lalu lintas. Para siswa diajak mengenali fungsi setiap warna, yakni merah untuk berhenti, kuning sebagai tanda meningkatkan kewaspadaan dan bersiap sesuai ketentuan, serta hijau untuk berjalan setelah memastikan kondisi aman.
Menurut Joko, edukasi keselamatan melalui sekolah merupakan langkah penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan. Selain melindungi diri sendiri, para siswa diharapkan mampu meneruskan pesan keselamatan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Budaya tertib berlalu lintas dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, dan menaati aturan di jalan. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak kecil agar tumbuh menjadi perilaku yang melekat hingga dewasa,” katanya.
Joko menegaskan, Polda Aceh akan terus mendorong kegiatan edukasi yang humanis melalui program Polidik sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Kami berharap anak-anak semakin memahami pentingnya keselamatan di jalan dan mampu menjadi pelopor keselamatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar,” tutup Joko.








