Kodim 0108/Agara dan Warga Perkuat Pondasi Jembatan Gantung Deleng Damar Aceh Tenggara

Daerah, News, TNI/POLRI49 Dilihat

Lampuan l Kutacane – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Deleng Damar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, terus dikebut. Babinsa Posramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Agara bersama masyarakat setempat kembali melaksanakan gotong royong untuk memperkuat struktur pondasi jembatan, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Babinsa Posramil Ketambe, Serka Halamudin, bersama warga Desa Deleng Damar. Pekerjaan difokuskan pada perakitan besi pondasi di bagian tepi jauh jembatan sebagai salah satu tahapan penting dalam pembangunan konstruksi.

Besi berukuran besar dirangkai dan diikat secara teliti untuk membentuk cincin cor serta konstruksi cakar ayam yang nantinya berfungsi sebagai penopang tiang dan struktur utama jembatan. Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian, tenaga, serta koordinasi yang baik agar konstruksi pondasi memiliki kekuatan dan daya tahan yang optimal.

“Hari ini kami kembali bergotong royong bersama warga dengan fokus merangkai besi pondasi. Besi berukuran besar ini dibentuk menjadi cincin cor dan konstruksi cakar ayam sebagai penopang tiang jembatan. Kami berharap setiap tahapan dikerjakan dengan baik dan teliti sehingga nantinya jembatan kuat, aman, dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Serka Halamudin.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa dan warga bekerja bahu-membahu mulai dari menyiapkan material, mengatur posisi besi, merangkai hingga mengikat setiap bagian agar membentuk konstruksi yang kokoh. Semangat gotong royong membuat pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan ketelitian tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama.

Setelah perakitan besi dasar pondasi pada bagian tepi jauh selesai, kegiatan juga dilanjutkan dengan pengantaran material pendukung berupa satu mobil dump truck batu kerikil dan satu mobil dump truck pasir. Material tersebut disiapkan untuk menunjang tahapan pekerjaan berikutnya dalam pembangunan pondasi jembatan.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang nantinya akan digunakan bersama. Kebersamaan antara Babinsa dan warga menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah pedesaan.

Bagi warga Desa Deleng Damar, keberadaan jembatan gantung tersebut sangat dinantikan. Jembatan diharapkan menjadi akses penghubung yang dapat memangkas jarak dan mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selama akses yang tersedia belum memadai, sebagian warga harus menempuh jalur yang lebih jauh dengan memutari kawasan pegunungan untuk memenuhi berbagai keperluan. Kondisi tersebut juga dirasakan anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan lebih jauh menuju tempat pendidikan.

Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Gantung Perintis dapat segera diselesaikan sehingga akses transportasi menjadi lebih mudah, aman, dan efisien. Selain mendukung aktivitas pendidikan, jembatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat membawa hasil pertanian dan perkebunan menuju permukiman maupun lokasi pemasaran.

“Kami sangat berharap jembatan ini cepat selesai. Kalau sudah bisa digunakan, anak-anak tidak perlu lagi memutar jauh untuk pergi sekolah dan warga juga lebih mudah membawa hasil kebun maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap salah seorang warga yang ikut bergotong royong.

Serka Halamudin mengatakan, koordinasi dan kebersamaan dengan masyarakat akan terus dijaga dalam setiap tahapan pembangunan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya membutuhkan material dan tenaga, tetapi juga kerja sama semua pihak agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan konstruksi yang berkualitas.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan warga dalam setiap tahapan pekerjaan. Harapannya pembangunan dapat berjalan lancar, kualitas konstruksi tetap terjaga, dan jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Deleng Damar menjadi salah satu wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membantu mengatasi keterbatasan akses yang selama ini dirasakan warga. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat dalam proses pembangunan juga menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Dengan terus berlanjutnya pekerjaan di lapangan, masyarakat Desa Deleng Damar berharap jembatan tersebut dapat segera rampung dan dimanfaatkan. Kehadiran jembatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, memudahkan akses anak-anak menuju sekolah, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Masyarakat pun menyambut positif keterlibatan Babinsa dalam pembangunan tersebut. Bagi warga, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan dukungan dalam bidang kewilayahan, tetapi juga turut membantu mendorong percepatan pembangunan fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari.

Dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Deleng Damar diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.