Kodim 0108/Agara Bersama Warga Percepat Pemasangan Tiang Pylon Jembatan Gantung di Desa Lawe Ger-Ger Aceh Tenggara

Daerah, News, TNI/POLRI19 Dilihat

Lampuan l Aceh Tenggara – Komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan kembali diwujudkan melalui keterlibatan aktif Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger-Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Bersama masyarakat dan para teknisi, Babinsa bergotong royong melaksanakan pemasangan tiang pylon, salah satu komponen utama konstruksi jembatan, pada Kamis (6/8/2026).

Sejak pagi hari, suasana kebersamaan begitu terasa di lokasi pembangunan. Babinsa, warga, dan teknisi bahu-membahu mengangkat material, menyusun rangka, serta memasang tiang pylon secara bertahap dengan penuh kehati-hatian. Proses pemasangan dilakukan sesuai standar teknis guna memastikan seluruh struktur terpasang dengan presisi sehingga mampu memberikan kekuatan dan kestabilan maksimal terhadap konstruksi jembatan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tahapan pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong yang telah lama menjadi budaya masyarakat Indonesia. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat semakin memperkuat sinergi antara TNI dan warga dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Pelda Soldier selaku Babinsa yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pemasangan tiang pylon merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis. Tiang pylon memiliki fungsi sebagai penyangga utama kabel baja yang akan menopang keseluruhan struktur jembatan sehingga tingkat keamanan dan daya tahan konstruksi dapat terjamin dalam jangka panjang.

“Melalui kebersamaan antara TNI, teknisi, dan masyarakat, seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Pelda Soldier.

Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang aman, layak, dan memadai. Jembatan yang memiliki panjang sekitar 130 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut nantinya akan menjadi jalur penghubung penting antarwilayah yang selama ini masih terkendala oleh kondisi geografis dan aliran sungai.

Menurutnya, selama bertahun-tahun masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dengan medan yang cukup berat, bahkan tidak jarang aktivitas warga terganggu ketika musim hujan tiba akibat meningkatnya debit sungai. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, diharapkan akses transportasi masyarakat akan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Mobilitas warga menuju lahan pertanian, perkebunan, sekolah, pusat kesehatan, maupun pasar akan semakin mudah sehingga mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pelda Soldier juga menegaskan bahwa Babinsa akan terus mendampingi setiap tahapan pembangunan hingga seluruh pekerjaan selesai. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk nyata dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

“Kami akan terus hadir bersama masyarakat dalam setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi kepentingan umum. Harapan kami, jembatan ini nantinya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya akses transportasi yang lebih baik serta memperkuat konektivitas antarwilayah,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Lawe Ger-Ger, Bapak Isman (50), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan yang selama ini sangat dinantikan oleh masyarakat. Ia mengaku kehadiran Babinsa yang selalu terlibat langsung dalam setiap tahapan pekerjaan menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk terus bergotong royong menyelesaikan pembangunan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa, TNI, dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Selama ini kami benar-benar membutuhkan akses yang lebih aman untuk menyeberangi sungai. Semoga pembangunannya segera selesai sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih mudah, hasil pertanian lebih cepat dibawa ke pasar, dan anak-anak juga lebih aman saat berangkat ke sekolah,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kolaborasi antara Babinsa, masyarakat, dan para teknisi menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terwujud apabila dilaksanakan dengan semangat gotong royong, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Ketambe semakin baik, akses pelayanan publik semakin mudah dijangkau, serta roda perekonomian masyarakat desa terus berkembang. Kehadiran jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penyeberangan, tetapi juga menjadi simbol kemajuan pembangunan dan hasil nyata sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *