Kodim 0103/Aut Renovasi Rumah Guru Ngaji di Aceh Utara, Miliki Hunian Layak Mulai Terwujud

Daerah, News, TNI/POLRI42 Dilihat

Lampuan l Aceh Utara – Harapan Katratunida (28), seorang guru ngaji di Gampong Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, untuk memiliki rumah yang lebih layak dan nyaman bagi keluarganya akhirnya mulai menemukan titik terang. Rumah sederhana yang selama ini ditempatinya bersama suami, Khairudin (35), dan kedua anak mereka akan direnovasi secara total oleh prajurit TNI bersama masyarakat.

Proses renovasi diawali dengan pembongkaran rumah yang dilaksanakan personel Koramil 02/Kuta Makmur, Kodim 0103/Aceh Utara, bersama masyarakat dan unsur Muspika Kecamatan Kuta Makmur, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) TNI Angkatan Darat sekaligus tindak lanjut dari arahan Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran. Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang memiliki keterbatasan ekonomi dan menempati rumah dengan kondisi yang sudah tidak memadai.

Rumah milik Katratunida menjadi salah satu sasaran perhatian karena kondisinya cukup memprihatinkan. Dinding rumah yang ditempati bersama suami dan kedua anaknya sudah mulai rapuh dan pada beberapa bagian harus ditambal agar tetap dapat digunakan. Sementara itu, bagian atap yang masih menggunakan daun rumbia juga telah mengalami banyak kebocoran sehingga tidak memberikan perlindungan secara maksimal ketika hujan turun.

Kondisi tersebut selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga Katratunida. Keterbatasan ekonomi membuat keinginannya untuk memperbaiki rumah belum dapat diwujudkan secara mandiri. Meski demikian, kondisi tempat tinggal yang serba terbatas tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengabdikan diri kepada masyarakat melalui kegiatan mengajar ilmu agama.

Selama kurang lebih lima tahun, Katratunida telah mengabdikan dirinya sebagai guru ngaji di Gampong Saweuk. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, ia mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak di lingkungan sekitar, mulai dari membaca Iqra dan Al-Qur’an hingga mempelajari kitab.

Saat ini, sekitar 35 santri mengikuti kegiatan pengajian yang diasuh Katratunida. Para santri tersebut berasal dari berbagai tingkatan usia, mulai dari anak-anak tingkat TK hingga SMP. Kegiatan mengaji dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya memberikan pendidikan agama sekaligus membentuk karakter generasi muda di lingkungan Gampong Saweuk.

Yang menjadi perhatian, Katratunida tidak menetapkan biaya khusus kepada para santrinya. Kegiatan mengaji dijalankannya secara ikhlas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sesekali, sejumlah orang tua santri memberikan santunan secara sukarela sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap pengabdian yang selama ini dilakukannya.

Namun, keterbatasan kondisi rumah membuat kegiatan belajar mengaji tidak selalu dapat berlangsung dengan nyaman. Pada waktu-waktu tertentu, Katratunida harus memanfaatkan balai desa sebagai tempat belajar para santri. Tempat tersebut pun memiliki keterbatasan, baik dari sisi ukuran maupun kondisi bangunan, sehingga belum mampu memberikan ruang belajar yang ideal bagi puluhan anak.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Katratunida tetap berusaha menjalankan aktivitas mengajarnya. Baginya, keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti memberikan pendidikan agama kepada anak-anak di lingkungannya.

Karena itu, kabar mengenai rencana renovasi rumah oleh TNI menjadi sebuah kejutan sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi Katratunida. Ia mengaku tidak menyangka mendapatkan bantuan tersebut di tengah keinginannya untuk memiliki rumah yang lebih layak bagi keluarga.

“Saya sangat terkejut dan terharu. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membangun rumah yang selama ini saya impikan,” ujar Katratunida.

Ia berharap setelah proses renovasi selesai, rumah tersebut dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi keluarganya. Selain itu, ia juga berharap keberadaan rumah yang lebih layak dapat mendukung aktivitas mengaji yang selama ini dilakukannya bersama puluhan santri.

“Semoga rumah ini nantinya bisa menjadi tempat yang nyaman untuk keluarga dan juga bisa mendukung kegiatan mengaji anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal S.Sos., M.Si., melalui Danramil 02/Kuta Makmur Letda Inf Andriyanto mengatakan, kegiatan pembongkaran rumah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, proses pembangunan rumah tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga dilaksanakan dengan mengedepankan semangat gotong royong bersama masyarakat dan unsur Muspika Kecamatan Kuta Makmur.

“Setelah pembongkaran ini, rumah akan kita renovasi total. Target pengerjaan sekitar 20 hari ke depan,” kata Letda Inf Andriyanto.

Ia menjelaskan, renovasi akan dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan kondisi bangunan serta kebutuhan keluarga penerima bantuan. Dengan adanya renovasi tersebut, diharapkan rumah Katratunida nantinya menjadi hunian yang lebih aman, sehat, layak, dan nyaman bagi dirinya bersama suami serta kedua anaknya.

Selain memberikan manfaat secara langsung bagi keluarga penerima bantuan, pembangunan tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas sosial Katratunida sebagai guru ngaji. Dengan kondisi tempat tinggal yang lebih baik, diharapkan kegiatan pendidikan agama bagi anak-anak di Gampong Saweuk juga dapat berjalan semakin lancar.

“Harapan kita, setelah rumah ini selesai, Ibu Katratunida dan keluarga dapat tinggal dengan lebih nyaman. Mudah-mudahan kegiatan mengaji yang selama ini dilaksanakan juga semakin lancar dan dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak di Gampong Saweuk,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program RTLH tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran TNI di tengah masyarakat. Prajurit TNI tidak hanya menjalankan tugas dalam bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan personel TNI bersama masyarakat dan unsur Muspika dalam proses pembongkaran hingga pembangunan rumah juga menjadi gambaran kuatnya kebersamaan di wilayah Kecamatan Kuta Makmur.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana kepedulian dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Bagi Katratunida, renovasi rumah ini bukan sekadar perubahan bangunan dari kondisi yang sebelumnya rapuh menjadi lebih layak. Pembangunan tersebut merupakan hadirnya harapan baru bagi keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman, sekaligus memberikan ruang yang lebih baik untuk melanjutkan pengabdiannya dalam mengajarkan ilmu agama kepada generasi muda.

Dengan dimulainya pembongkaran rumah pada Selasa (11/8/2026), impian Katratunida untuk memiliki hunian yang lebih layak perlahan mulai terwujud. Di balik pembangunan tersebut terdapat semangat gotong royong, kepedulian, serta kehadiran TNI bersama masyarakat dalam membantu keluarga yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *