Kasdam IM Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengamanan Hari Damai Aceh

Daerah, News, TNI/POLRI13 Dilihat

Lampuan l Banda Aceh – Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM) Brigadir Jenderal TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H., mewakili Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., bertindak sebagai Inspektur Apel bersama Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., pada Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Pengamanan Hari Damai Aceh, yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (14/8/2026).

Apel tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang akan terlibat dalam penanganan Karhutla sekaligus pengamanan rangkaian kegiatan peringatan Hari Damai Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta pengamanan kegiatan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Aceh, para pejabat utama Kodam Iskandar Muda dan Polda Aceh, Danlanud Sultan Iskandar Muda, Danlanal Sabang, Kepala Pelaksana BPBA, Ketua Badan Reintegrasi Aceh, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Aceh, Kepala BMKG Aceh, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Kasatpol PP/WH Aceh, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banda Aceh, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Besar, serta unsur terkait lainnya.

Dalam amanat Pangdam IM yang dibacakan Kasdam IM, disampaikan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pemeriksaan kesiapan personel, materiil, sarana dan prasarana, sekaligus untuk memastikan adanya kesamaan langkah dan pemahaman seluruh unsur yang terlibat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan.

“Kesiapsiagaan bukan hanya ditunjukkan melalui kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga melalui kemampuan seluruh unsur untuk bergerak secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan prosedur apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan,” demikian amanat Pangdam IM.

Pangdam IM menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu ancaman yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian, hingga stabilitas wilayah. Oleh karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini harus menjadi perhatian utama seluruh pihak.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan patroli dan pemantauan di wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla, memperkuat sistem deteksi dini, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa.

Seluruh personel juga diminta melaksanakan tugas sesuai prosedur dan memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia. Setiap perkembangan situasi di lapangan harus segera dilaporkan secara berjenjang sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Selain kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, Pangdam IM juga menekankan pentingnya pengamanan peringatan Hari Damai Aceh. Momentum tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Aceh karena perdamaian merupakan bagian dari perjalanan sejarah yang sangat berharga dan harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

“Momentum Hari Damai Aceh hendaknya kita maknai sebagai pengingat bahwa perdamaian harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Pangdam IM dalam amanatnya.

Pengamanan yang dilaksanakan, lanjutnya, bertujuan memastikan masyarakat dapat memperingati Hari Damai Aceh dengan aman, tertib, khidmat, dan penuh rasa persaudaraan. Untuk itu, seluruh personel yang terlibat diminta mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan terukur.

Pangdam IM juga mengingatkan agar seluruh personel menghormati hak-hak masyarakat, melaksanakan tugas sesuai ketentuan, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau mengganggu situasi keamanan yang selama ini telah terjaga dengan baik.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat juga menjadi perhatian utama. Menurut Pangdam IM, kebersamaan dan koordinasi yang erat merupakan kekuatan penting dalam menjaga Aceh agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Kepada para komandan satuan, Pangdam IM menekankan agar kesiapan tidak hanya sebatas jumlah personel dan kelengkapan materiil. Setiap anggota harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu, diperlukan briefing yang jelas, pembagian sektor, penentuan titik rawan, jalur komunikasi, serta prosedur bertindak apabila terjadi perkembangan situasi.

“Pastikan setiap personel mengetahui siapa yang memimpin, apa tugasnya, dan bagaimana mekanisme pelaporan apabila terjadi perkembangan situasi,” tegas Pangdam IM.

Pangdam IM juga menginstruksikan seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan profesional. Setiap pelaksanaan tugas hendaknya dijadikan sebagai bentuk pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui Apel Gelar Pasukan ini, diharapkan terbangun kesiapsiagaan yang optimal sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Aceh. Penanganan Karhutla dan pengamanan Hari Damai Aceh membutuhkan keterlibatan seluruh unsur secara terpadu, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.

Pangdam IM juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat Hari Damai Aceh sebagai momentum untuk memperkokoh persatuan, mempererat silaturahmi, menjaga perdamaian, serta bersama-sama membangun Aceh yang lebih maju dan sejahtera.

Dengan kesiapan personel, dukungan sarana dan prasarana, koordinasi lintas sektoral, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Sinergi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen bersama untuk mempertahankan Aceh sebagai wilayah yang aman, damai, dan kondusif.

Menutup amanatnya, Pangdam IM menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada seluruh personel yang tergabung dalam kegiatan kesiapsiagaan dan pengamanan tersebut. Seluruh personel diharapkan melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, profesionalisme, dan tanggung jawab, serta senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *