Kapolda Aceh Silaturahmi ke Vihara Dharma Bhakti, Ajak Umat Buddha Bersama Jaga Kamtibmas

Daerah, News, TNI/POLRI55 Dilihat

Lampuan l BANDA ACEH — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersilaturahmi dengan pengurus yayasan dan umat Buddha di Vihara Dharma Bhakti, Banda Aceh. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh didampingi Dirintelkam Polda Aceh, Dirtahti Polda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, dan Kapolresta Banda Aceh. Kedatangan rombongan disambut oleh Iswar selaku pemilik yayasan, Fajar Saputra selaku Ketua Vihara Umat Buddha/MBI, Herma selaku pembina vihara, serta para pengurus dan umat Buddha, pada Minggu, 1 November 2026.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus Vihara Dharma Bhakti menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polda Aceh terhadap kehidupan umat Buddha serta berbagai kegiatan keagamaan di Banda Aceh.

Mereka juga menyampaikan bahwa hubungan kerja sama dengan kepolisian selama ini terjalin dengan baik. Salah satunya melalui pelaksanaan vaksinasi massal sebanyak dua kali di lingkungan vihara pada masa pandemi COVID-19, yang dilaksanakan bekerja sama dengan Polda Aceh.

Selain itu, jajaran Polda Aceh, Polresta Banda Aceh, hingga Polsek turut memberikan dukungan pengamanan pada berbagai kegiatan keagamaan, khususnya saat perayaan hari besar umat Buddha. Dukungan tersebut dinilai memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat dalam menjalankan ibadah.

Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pengurus yayasan dan umat Buddha. Ia menegaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk membangun komunikasi yang terbuka serta memperkuat kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat.

“Tagline kami adalah Polisi Bersama Masyarakat. Artinya, polisi harus selalu dekat dengan masyarakat. Kami ingin Polri dan masyarakat berjalan berdampingan, saling mendukung, sehingga kehadiran polisi benar-benar dapat memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat,” ujar Kapolda.

Kapolda juga mengajak pengurus vihara dan umat Buddha untuk tidak ragu menyampaikan saran, masukan, maupun informasi terkait pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri.

“Jika ada anggota kami yang melakukan pelanggaran atau menyalahgunakan kewenangan dalam bertugas, silakan sampaikan kepada kami. Setiap laporan dan informasi akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Kami ingin Polda Aceh terus berbenah dan menjadi institusi yang semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain memperkuat sinergi, Kapolda Aceh turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kamtibmas, terutama dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Informasi yang akurat dari masyarakat sangat penting untuk membantu kepolisian melakukan pencegahan maupun mengungkap jaringan peredaran narkotika.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan jumlah personel yang ada, tentu dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Karena itu, kami mengharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menegaskan bahwa Polda Aceh telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pengamanan terhadap kegiatan keagamaan di berbagai tempat ibadah, baik masjid, gereja, vihara, maupun tempat ibadah lainnya.

Ia mempersilakan pengurus vihara yang akan melaksanakan kegiatan keagamaan untuk berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar pengamanan dapat dipersiapkan secara optimal, sehingga umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, pengurus Vihara Dharma Bhakti turut menjelaskan berbagai kegiatan pembinaan generasi muda yang dilaksanakan di lingkungan vihara, di antaranya melalui kegiatan keagamaan dan olahraga sebagai upaya membangun karakter serta mengarahkan generasi muda pada aktivitas positif.

Mereka juga menyampaikan bahwa kehidupan umat Buddha di sejumlah wilayah Aceh, seperti Banda Aceh, Sabang, Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, Kuala Simpang, dan Meulaboh, selama ini berlangsung dengan baik. Sinergi antara masyarakat, TNI, dan Polri turut berperan dalam menjaga suasana aman, damai, dan harmonis.

Melalui silaturahmi tersebut, Kapolda Aceh berharap hubungan baik antara Polri dan umat Buddha semakin erat serta terus terpelihara. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan, menghormati perbedaan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Provinsi Aceh.