Kapolda Aceh Bacakan Proklamasi Polisi, Peringatan Hari Juang Polri Dimeriahkan Lomba Devile Antar-Satker

Daerah, News, TNI/POLRI12 Dilihat

Lampuan l BANDA ACEH – Polda Aceh memperingati Hari Juang Polri dengan menggelar upacara dan lomba devile antar-Satker di Lapangan Polda Aceh, Banda Aceh, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Semangat Hari Juang Polri untuk Masyarakat Indonesia Maju” tersebut menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan Polri sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, disiplin, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti Irwasda Polda Aceh, para pejabat utama (PJU), perwira menengah, perwira pertama, bintara, tamtama, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polda Aceh.

Salah satu rangkaian utama upacara adalah pembacaan Proklamasi Polisi oleh Kapolda Aceh. Proklamasi tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan Polri, khususnya dalam menegaskan kesetiaan polisi kepada Negara Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sementara itu, sejarah singkat Hari Juang Polri dibacakan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Aceh Kompol May Diana Sitepu, S.H., S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan, sejarah Hari Juang Polri bermula setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Menurutnya, pada 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melaksanakan sidang kedua yang antara lain membahas pembagian provinsi, pembentukan Komite Nasional Daerah, penetapan departemen, serta kedudukan kepolisian dalam pemerintahan Republik Indonesia.

Berdasarkan usul Otto Iskandardinata, kepolisian ditetapkan untuk segera berada di bawah kekuasaan Pemerintah Indonesia.

Menyikapi keputusan tersebut, pada 20 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Yasin selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama sejumlah anggota menggelar rapat untuk membahas kedudukan kepolisian setelah Indonesia merdeka.

Dari pertemuan tersebut disepakati bahwa pada 21 Agustus 1945, polisi menyatakan sikap kesetiaannya kepada Negara Republik Indonesia dengan menyusun teks Proklamasi Polisi.

“Peristiwa tersebut menjadi momentum penting yang memicu semangat anggota polisi untuk mendukung dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Joko.

Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, polisi turut melakukan pelucutan senjata dari gudang-gudang senjata Jepang, membagikan senjata kepada badan-badan perjuangan, serta mengirimkan sebagian senjata ke sejumlah wilayah untuk mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Polisi juga terlibat dalam menghadapi kedatangan Sekutu, termasuk dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada pertempuran 10 November 1945, serta turut menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II.

Joko mengatakan, Proklamasi Polisi yang dicetuskan di Surabaya turut memberikan pengaruh terhadap perjuangan kepolisian di berbagai daerah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

“Peristiwa-peristiwa tersebut membuktikan bahwa polisi memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, momentum tersebut perlu dikenang sekaligus menjadi inspirasi bagi anggota Polri dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Hari Juang Polri ditetapkan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Kep/95/I/2024 tanggal 22 Januari 2024. Dalam keputusan tersebut, tanggal 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Juang Polri.

Pada upacara tersebut, Kapolda Aceh membacakan teks Proklamasi Polisi yang berbunyi:

«“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Polisi sebagai Polisi Repoeblik Indonesia.”»

Selanjutnya:

«“Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia, Soerabaja, 21 Agoestoes 1945. Atas nama seluruh warga Polisi, Moehammad Yasin, Inspektur Polisi Kelas I.”»

Lomba Devile Antar-Satker

Usai upacara, rangkaian peringatan Hari Juang Polri dilanjutkan dengan lomba devile antar-Satker Polda Aceh. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah kelompok dari Satker di lingkungan Polda Aceh dan menjadi bagian dari upaya membangun kekompakan, kedisiplinan, semangat kebersamaan, serta kreativitas personel.

Penilaian lomba devile dilakukan secara langsung oleh Kapolda Aceh bersama para pejabat utama (PJU) Polda Aceh. Penilaian tersebut mencakup sejumlah aspek yang ditampilkan masing-masing peserta selama pelaksanaan devile.

Berdasarkan hasil penilaian, Satbrimob Polda Aceh berhasil meraih juara pertama. Posisi juara kedua diraih Ditsamapta Polda Aceh, juara ketiga diraih kelompok Polwan Polda Aceh, sedangkan juara harapan diraih kelompok ASN Polda Aceh.

Kapolda Aceh kemudian menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi seluruh peserta dalam memeriahkan Hari Juang Polri.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan apresiasi kepada Tim Korsik Polda Aceh atas pelaksanaan tugasnya dalam mendukung rangkaian upacara peringatan Hari Juang Polri.

“Para juara ditentukan berdasarkan hasil penilaian langsung Kapolda Aceh bersama para PJU Polda Aceh. Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kekompakan, dan kedisiplinan dalam mengikuti lomba devile,” kata Joko.

Ia menambahkan, peringatan Hari Juang Polri di Polda Aceh tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan Polri, tetapi juga menjadi sarana memperkuat soliditas dan kebersamaan personel.

“Semangat Hari Juang Polri hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan nilai-nilai perjuangan Polri,” pungkas Joko.

Peringatan Hari Juang Polri di Polda Aceh diharapkan dapat memperkuat semangat personel dalam menjalankan tugas secara profesional dan humanis, sekaligus meningkatkan kebersamaan serta soliditas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *