Irdam IM Pimpin Upacara Bulanan, Bacakan Amanat Panglima TNI Tentang Profesionalisme dan Kesiapsiagaan Prajurit

Daerah, News, TNI/POLRI23 Dilihat

Lampuan l Banda Aceh – Inspektur Kodam Iskandar Muda (Irdam IM), Brigadir Jenderal TNI Heri Purwanto, S.E., mewakili Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera Bulanan yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh, Senin (19/10/2026).

Upacara bulanan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta meneguhkan komitmen seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Irdam IM membacakan amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat soliditas antarmatra, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks.

Mengawali amanatnya, Panglima TNI menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh prajurit dan ASN TNI senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi Presiden Republik Indonesia kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas terselenggaranya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 yang berlangsung sederhana, tetapi tetap penuh khidmat. Momentum tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran TNI untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengabdian agar semakin dicintai rakyat.

Lebih lanjut, Panglima TNI menyoroti perkembangan situasi global yang diwarnai persaingan geopolitik, konflik bersenjata, serta meningkatnya ancaman perang informasi dan kognitif. Kondisi tersebut menuntut TNI untuk terus beradaptasi, meningkatkan kemampuan, dan memperkuat kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan.

Selain menjaga kedaulatan negara, TNI juga memiliki tanggung jawab dalam memperkuat ketahanan wilayah, termasuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Perkembangan teknologi pertahanan, seperti kecerdasan buatan, sistem persenjataan nirawak atau drone, peperangan elektronika, serta sistem komando berbasis teknologi, turut mengubah karakter peperangan modern dan menuntut peningkatan kapasitas prajurit secara berkelanjutan.

Sejalan dengan tantangan tersebut, Panglima TNI menegaskan pentingnya memperkuat soliditas antarmatra, meningkatkan penguasaan teknologi pertahanan, serta membangun ketahanan wilayah yang tangguh bersama rakyat. Seluruh jajaran TNI juga diperintahkan untuk mengawal pelaksanaan program prioritas nasional sesuai tugas dan kewenangannya, sekaligus senantiasa menjaga kewaspadaan, kesiapsiagaan operasional, kemampuan deteksi dini, dan kecepatan bertindak dalam merespons setiap perkembangan ancaman.

Dalam aspek modernisasi pertahanan, Panglima TNI menekankan bahwa penguatan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) harus berorientasi pada peningkatan daya tempur, daya tangkal, dan kesiapan operasional satuan. Modernisasi tidak sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi harus mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, baik dalam operasi militer maupun penanggulangan bencana alam.

Oleh karena itu, para komandan satuan diminta memastikan kesiapan personel dan alpalhankam agar senantiasa berada dalam kondisi optimal. Kesiapan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas TNI di berbagai situasi.

Di samping penguatan kemampuan pertahanan, Panglima TNI turut menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya, termasuk melalui peningkatan layanan kesehatan, penyediaan perumahan, pendidikan, serta pemenuhan hak-hak prajurit. Dukungan tersebut harus diimbangi dengan kinerja terbaik melalui peningkatan disiplin, profesionalisme, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pada bagian lain amanatnya, Panglima TNI memberikan penekanan serius terhadap upaya pencegahan berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin yang dapat merusak citra serta kehormatan institusi TNI. Seluruh prajurit diingatkan agar tidak terlibat dalam tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, perjudian, judi online, penipuan, pemerasan, tindak kekerasan, penyalahgunaan wewenang, maupun aktivitas ilegal lainnya.

Panglima TNI menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran dapat berdampak terhadap kredibilitas institusi dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh prajurit wajib menjunjung tinggi hukum dan disiplin serta senantiasa menjaga sikap dan perilaku, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.

Para komandan satuan juga dituntut menjadi teladan bagi anggotanya, melaksanakan pengawasan secara melekat, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi dan kehidupan prajurit di bawah kepemimpinannya. Langkah tersebut penting untuk membangun lingkungan satuan yang disiplin, profesional, dan berintegritas.

Menutup amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI untuk terus memperkuat komitmen pengabdian serta menjaga jati diri sebagai prajurit yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif. Seluruh personel diharapkan senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan rasa aman serta menjaga amanah dan kepercayaan rakyat kepada TNI.

Melalui pelaksanaan upacara bulanan ini, diharapkan seluruh prajurit dan ASN TNI, khususnya di lingkungan Kodam Iskandar Muda, semakin meningkatkan disiplin, soliditas, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.