Gotong Royong Babinsa dan Warga, Pemasangan Papan Lantai Jembatan Gantung Lawe Ger Ger Aceh Tenggara Terus Dikebut

Daerah, News, TNI/POLRI44 Dilihat

Lampuan l KUTACANE – Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Jembatan bersama masyarakat terus bergotong royong mempercepat pemasangan papan lantai Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (20/10/2026).

Pengerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur penghubung yang sangat dibutuhkan masyarakat. Melalui kerja sama dan semangat kebersamaan, personel TNI bersama warga bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan agar jembatan dapat segera rampung dan dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Pemasangan papan lantai menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan gantung. Pekerjaan ini dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan ketepatan pemasangan, kualitas konstruksi, serta faktor keselamatan agar jembatan nantinya dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Ketua Tim Pembangunan Jembatan, Peltu Jumadin Selian, menyampaikan bahwa pemasangan papan lantai terus diupayakan secara optimal melalui keterlibatan personel Satgas dan masyarakat setempat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan baik.

Menurutnya, semangat gotong royong dan koordinasi yang baik antara personel TNI dan warga merupakan faktor penting dalam mendukung proses pembangunan. Dengan pembagian tugas yang terarah serta kepedulian bersama, pekerjaan di lapangan dapat dilaksanakan secara lebih efektif tanpa mengabaikan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger memiliki arti penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas perekonomian. Jembatan tersebut diharapkan dapat menjadi akses penghubung yang mempermudah warga dalam menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari menuju tempat kerja dan perkebunan hingga mengangkut hasil pertanian.

Bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan, ketersediaan akses transportasi yang memadai merupakan kebutuhan mendasar. Dengan hadirnya jembatan yang layak dan aman digunakan, distribusi hasil kebun diharapkan menjadi lebih mudah, sementara mobilitas warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat berlangsung lebih efektif.

Selain memberikan manfaat dari sisi transportasi, pembangunan jembatan ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akses penghubung yang lebih baik berpotensi memperlancar kegiatan ekonomi, memudahkan masyarakat menjangkau fasilitas umum, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga di wilayah sekitarnya.

Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan, Babinsa turut mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan umum.

Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat juga menjadi motivasi bagi warga untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. Kebersamaan yang terjalin di lapangan mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang diwujudkan melalui kerja nyata dan gotong royong demi mendukung kemajuan wilayah pedesaan.

Apresiasi terhadap keterlibatan Babinsa turut disampaikan oleh salah seorang warga Desa Lawe Ger Ger. Ia mengaku kehadiran personel TNI memberikan semangat tambahan bagi masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan.

“Dengan bekerja bersama Bapak Babinsa, kami sebagai warga merasa lebih bersemangat. Jembatan gantung ini sangat penting bagi aktivitas sehari-hari kami, terutama untuk menuju kebun dan mengangkut hasil pertanian. Kami berharap pembangunannya segera selesai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Menurut warga tersebut, selesainya pembangunan jembatan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Akses yang lebih memadai diharapkan dapat mengurangi kendala perjalanan sekaligus mendukung kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial warga.

Apresiasi masyarakat tersebut menjadi dorongan bagi personel Satgas dan warga untuk terus menjaga kekompakan selama proses pembangunan berlangsung. Semangat saling membantu yang ditunjukkan di lapangan diharapkan dapat mendukung penyelesaian pekerjaan secara optimal, dengan tetap mengutamakan mutu konstruksi dan keselamatan sebelum jembatan digunakan.

Melalui percepatan pemasangan papan lantai ini, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger diharapkan semakin mendekati tahap penyelesaian. Personel TNI bersama masyarakat berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama demi mewujudkan sarana penghubung yang aman, layak, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga.

Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Tidak hanya menghadirkan akses penghubung secara fisik, keberadaan jembatan ini juga diharapkan membuka peluang bagi peningkatan aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mendukung kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Dengan terjalinnya sinergi yang kuat antara Babinsa dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Desa Lawe Ger Ger diharapkan dapat diselesaikan dengan baik sehingga segera memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di Kabupaten Aceh Tenggara.