Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Daerah, News, TNI/POLRI17 Dilihat

Lampuan l Jakarta – Bank Aceh menerima apresiasi dari International Labour Organization (ILO) atas kemitraan dan kontribusinya dalam Proyek Promise II Impact periode 2023–2026. Apresiasi tersebut diserahkan oleh Project Manager of PROMISE II IMPACT International Labour Organization, Djauhari Sitorus dan diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, dalam kegiatan Penutupan Promise II Impact Fase II dan Peluncuran Promise Impact Fase III di Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Apresiasi ini menjadi pengakuan atas kontribusi Bank Aceh dalam mendukung penguatan inklusi keuangan, pengembangan kapasitas usaha, serta pertumbuhan UMKM yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat Aceh, khususnya pelaku UMKM, program Promise II Impact menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan untuk mengembangkan usaha melalui peningkatan literasi keuangan, perbaikan pengelolaan bisnis, digitalisasi, dan akses terhadap layanan keuangan formal.

Melalui kolaborasi dengan ILO yang didukung oleh Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Bank Aceh turut mendukung pengembangan ekosistem usaha nilam di Aceh. Komoditas ini memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam rantai usahanya.

Dukungan tersebut diwujudkan antara lain melalui pelatihan keuangan dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Bank Aceh. Materi pelatihan mencakup pengelolaan keuangan, pencatatan dan pelaporan sederhana, pemasaran, pengembangan strategi produk, serta penguatan jejaring bisnis. Pendampingan juga dilakukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis secara lebih terarah.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyampaikan bahwa penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Bagi Bank Aceh, mendukung UMKM bukan hanya tentang membuka akses pembiayaan, tetapi juga membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperkuat pengelolaan bisnis, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Kami berharap upaya ini dapat membuka lebih banyak peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh,” ujar Fadhil Ilyas.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, UMKM diharapkan semakin mampu mengelola usaha secara profesional, meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar, dan mengembangkan peluang kerja bagi masyarakat.

Bank Aceh memandang pengembangan UMKM tidak hanya sebatas penyediaan layanan keuangan, tetapi juga upaya membangun kemandirian dan daya saing pelaku usaha. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.

Apresiasi dari ILO ini semakin memperkuat komitmen Bank Aceh untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, Bank Aceh berharap sinergi dalam pengembangan UMKM dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha yang tumbuh, naik kelas, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh.