Lampuan l Aceh Tenggara – Komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan kembali diwujudkan melalui semangat gotong royong bersama masyarakat. Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama Satuan Tugas (Satgas) pembangunan Jembatan Gantung Perintis dan masyarakat melaksanakan pengecatan tiang penahan jembatan pada sisi kiri dan kanan konstruksi di Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan penyelesaian pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang terus dikerjakan secara bertahap. Pengecatan tiang penahan tidak hanya bertujuan memperindah tampilan konstruksi, tetapi juga berfungsi melindungi material baja dan besi dari pengaruh cuaca, kelembapan, serta risiko korosi yang dapat memengaruhi kekuatan struktur dalam jangka panjang. Dengan demikian, kualitas dan ketahanan jembatan dapat tetap terjaga sehingga mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan memanfaatkannya.
Sejak pagi hari, personel Babinsa, anggota Satgas, dan masyarakat terlihat bekerja bersama dengan penuh semangat. Mereka terlebih dahulu menyiapkan seluruh peralatan kerja, membersihkan permukaan tiang dari kotoran maupun sisa material, kemudian melaksanakan pengecatan secara bertahap dan teliti agar lapisan cat dapat melekat dengan sempurna. Seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur dengan mengutamakan faktor keselamatan kerja serta memastikan setiap bagian konstruksi memperoleh perlindungan maksimal.
Kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan kegiatan menjadi gambaran nyata eratnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan. Tanpa mengenal lelah, seluruh pihak saling membantu dan bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan demi mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Babinsa Desa Gulo, Serma Zulkifli, mengatakan bahwa pengecatan tiang penahan merupakan salah satu pekerjaan penting yang tidak boleh dianggap sebagai tahap akhir semata. Menurutnya, kualitas hasil pekerjaan pada setiap tahapan akan sangat menentukan kekuatan dan umur konstruksi jembatan di masa mendatang.
“Pengecatan tiang penahan menjadi salah satu pekerjaan penting untuk menjaga kekuatan dan ketahanan konstruksi jembatan. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan ketepatan pekerjaan, kualitas material, serta aspek keselamatan sehingga jembatan nantinya benar-benar kokoh, aman, dan memiliki usia pakai yang panjang,” ujar Serma Zulkifli.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tidak hanya berorientasi pada percepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menitikberatkan pada kualitas konstruksi agar mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat yang setiap hari akan melintasi jembatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Babinsa bersama personel Satgas di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui karya nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin pembangunan ini selesai dengan hasil yang berkualitas. Yang paling utama bukan hanya cepat selesai, tetapi bagaimana jembatan ini benar-benar kuat, aman, dan mampu dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu setiap pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian,” tambahnya.
Selama proses pengerjaan berlangsung, suasana kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa. Personel TNI, Satgas, dan masyarakat saling berbagi tugas sesuai kemampuan masing-masing sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Semangat gotong royong yang terus dipelihara menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus mempererat hubungan harmonis antara aparat teritorial dengan warga binaan.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Gulo diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat terhadap sarana transportasi yang aman, layak, dan memadai. Selama ini, warga membutuhkan akses penyeberangan yang lebih baik untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya diyakini akan memberikan dampak positif yang besar terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan warga. Kehadiran Jembatan Gantung Perintis juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan pembangunan yang bermanfaat serta berkelanjutan bagi kemajuan wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Tenggara.





