JAKARTA – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1 miliar kepada Pemerintah Aceh untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, kepada Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Said Marzuki, S.IP., M.Si., yang mewakili Pemerintah Aceh. Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Lantai 2 Mess Aceh, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
Bantuan yang dihimpun dari jajaran Pemerintah Kota Mataram, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta para guru di Kota Mataram itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban dan membantu saudara-saudara kami yang ada di Aceh,” ujar Mohan Roliskana.
Didampingi istrinya, Kinastri Mohan Roliskana, ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut juga merupakan bentuk solidaritas dan ungkapan terima kasih kepada masyarakat Aceh yang pernah memberikan dukungan saat Kota Mataram dilanda gempa bumi pada 2018.
“Kami merasa berutang, karena Aceh banyak sekali membantu kami saat musibah itu terjadi. Kami sangat berterima kasih kepada Aceh,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPPA, Said Marzuki, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kota Mataram terhadap masyarakat Aceh. Ia mengatakan bantuan tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan Sekretaris Daerah Aceh.
“Bantuan ini telah kami sampaikan kepada Bapak Gubernur Aceh dan Sekda Aceh. Beliau menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujar Said.
Menurutnya, bantuan kemanusiaan tersebut akan segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di berbagai daerah di Aceh sesuai kebutuhan di lapangan.
Bantuan dari Pemerintah Kota Mataram menjadi bukti kuatnya solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat Aceh dan Nusa Tenggara Barat.






